KOLEKSI, REFERENSI, INFORMASI, MOTIVASI, EDUKASI, CRYPTOCURRENCY, INVESTASI, TRADING DAN BISNIS
Harga BTC, ETH, EOS, XRP, LTC (REAL TIME)
Wednesday, December 26, 2018
Saturday, April 21, 2018
CONTOH SK OPERATOR SEKOLAH
|
|
dibawah Contoh jenis SK-nya
SURAT KEPUTUSAN KEPALA
SDN
MEKARBAKTI 1
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN KADUNGORA KABUPATEN GARUT
Nomor : 800/045-SD/VII/2015
TENTANG
PENGANGKATAN TENAGA WIYATA BHAKTI/SUKWAN SDN MEKARBAKTI 1
Kepala SDN MEKARBAKTI 1 UPTD Pendidikan Kecamatan Kadungora
Kabupaten Garut
Menimbang
|
:
|
1.
|
Bahwa berdasarkan kebutuhan
tenaga edukatif pada SDNmekarbakti 1
untuk kegiatan proses belajar mengajar dan terciptanya program sekolah dan
target kurikulum dipandang perlu mengangkat guru Wiyata Bhakti;
|
2.
|
Bahwa saudara THOSIN KERTA
ATMAJA memenuhi syarat untuk
diangkat sebagai Tenaga Wiyata Bhakti/Sukwan.
|
||
Mengingat
|
:
|
a.
|
Undang-undang No. 20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
|
b.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
|
||
c.
|
Permendiknas nomor 19 tahun
2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;
|
||
d.
|
Permendiknas nomor 69 tahun
2009 tentang standar biaya operasional;
|
||
Memperhatikan
|
:
|
Rencana Anggaran Pendapatan
dan Belanja Sekolah Tahun Ajaran 2015-2016.dan
rapat Kepala Sekolah dengan Guru-guru dan Komite Sekolah pada SDN. MEKARBAKTI 1
|
MEMUTUSKAN
Menetapkan
|
:
|
||||
Pertama
|
:
|
Terhitung mulai tanggal 27 Juli 2015 mengangkat sebagai Tenaga Wiyata Bhakti/Sukwan;
|
|||
Nama
|
:
|
THOSIN KERTA ATMAJA
|
|||
Tempat/Tanggal
Lahir
|
:
|
Garut, 19 Januari 1987
|
|||
Jenis Kelamin
|
:
|
Laki-laki
|
|||
Tempat Tugas
|
:
|
SDN.Mekarbakti 1 UPTD Pendidikan Dasar Kec. Kadungora Kab. Garut.
|
|||
Pendidikan/Program
Studi
|
:
|
S.1/PGSD
|
|||
Tugas
Mengajar
|
:
|
Operator
Sekolah
|
|||
Kedua
|
:
|
Kepada guru Wiyata
Bhakti/Sukwan tersebut diberikan honorarium sesuai dengan kemampuan sekolah
dan dibebankan kepada RAPB sekolah dengan disetujui oleh Komite Sekolah dan
sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku;
|
|||
Ketiga
|
:
|
Suratkeputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai berakhirnya tahun pelajaran 2017-2018
|
|||
Keempat
|
:
|
Surat keputusan ini tidak berlaku
dan atau dibatalkan apabila Tenaga Wiyata Bhakti/sukwan tersebut tidak melaksanakan tugas sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dan ada mengalami perubahan;
|
|||
Kelima
|
:
|
Surat keputusan ini
disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diindahkan sebagaimana mestinya.
|
|||
Asli keputusan ini diberikan kepada yang
bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di
Mekarbakti.
Pada Tanggal :25 Juli 2017
Kepala Sekolah
MOHAMAD
HASBULLAH, S.Pd
NIP. 19660513 198803 1 005
|
Sunday, April 23, 2017
APLIKASI PENILAIAN IJAZAH DAN CETAK SKHU SEMENTARA
Pada postingan kali ini, saya akan mmbagikan sebuah aplikasi yag mungkin bermanfaat bagi Operator atupun bagi Guru, khususnya guru kelas VI, karena aplikasi ini dirancang secara khusus sesuai dengan POS atau Juknis Penilaian Tahun Pelajaran 2015-2016.
nah!!! dibawah inin adalah contoh gambar atau screenshot nya,
Gambar screen diatas adalah bagian Halaman Menu yang terdiri dari beberapa icon yang harus diisi. Muai dari Data Sekolah, Peserta didik+Soft Fhoto Peserta didik serta nilai-nilai yang harus d enteri sesuai POS atau Juknis penilaian kelas 6 tahun pelajaran 2015-2016. Tampilan Menu sengaja didesaign agar terlihat lebih menarik. untuk dilihat.
Untuk Hasilnya, bisa dilihat pada screenshoot dibawah!!!
Gambar screen di atas, adalah cotoh cetakan SKHU Sementara,.. gambar fhoto siswa secara otomatis akan masuk ke kolom bagian fhoto siswa.
Di bawah beberapa contoh screen IJAZAH Sementara dan Surat kelulusan siswa!!!
Untuk lebih Jelasnya dan Jika Membutuhkan silahkan unduh pada link di bawah!
Catatan:
File ini berupa file office excel 2007, sehingga untuk office 2010 keatas berpengaruh pada fhoto peserta didik. (HILANG/TDAK BERFUNGSI)
Password protect sheet: 1
Sekian postingan kali ini, semoga Aplikasi ini dapat bermanfaat!!!
Sunday, March 26, 2017
CONTOH PTK IPS SD
|
ABSTRAK
|
|
Tujuan penelitian ini adalah untuk
meningkatkan bahwa penggunaan media
|
|
peta
dan globe dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VI SD Negeri Rancasalak
II Tahun pelajaran 2012/2013. Dalam penelitian tindakan kelas ini subjek
|
|
penerima tindakan adalah siswa kelas
VI SDN Rancasalak II yang
berjumlah 22
|
|
siswa, subjek pelaku tindakan yaitu
peneliti (guru), sedangkan obyek penelitian yaitu
|
|
keaktifan belajar
siswa Teknik pengumpulan data
dengan menggunakan metode
|
|
wawancara, observasi,
tes catatan lapangan dan dokumentasi.Teknik analisis data
|
|
yang digunakan dengan menggunakan
teknik analisis data deskriptif kualitatif yang
|
|
meliputi tahap pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
|
|
Berdasarkan hasil penelitian
menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan
|
|
hasil belajar siswa dalam pembelajaran
IPS. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa
|
|
pada setiap siklus,
kondisi awal 32,72%, meningkat
53,63% pada siklus I putaran
|
|
pertama, meningkat 82,72% pada siklus
I Putaran kedua. Kemudian pada Siklus II
|
|
juga mengalami peningkatan
pada putaran pertama 86,16%,
pada putaran kedua
|
|
meningkat 92,45%.
|
|
Dan
hasil belajar pada kondisi
awal 40,90% mengalami
|
|
peningkatan 59,09.%
pada siklus 1Putaran Pertama dan
77,27 % pada siklus I
|
|
Putaran kedua.
Kemudian pada Siklus II Putaran
pertama 86,36 %, meningkat
|
|
menjadi 95,45% pada siklus II Putaran
kedua. Dengan demikian dari penelitian ini
|
|
dapat
disimpulkan bahwa penggunaan media peta dan globe dapat meningkatkan
|
|
keaktifan dan hasil belajar siswa
dalam pembelajaran IPS siswa kelas VI SD Negeri
|
|
01 Tawangsari kecamatan kerjo tahun
pelajaran 2012/2013.
|
|
Kata kunci: Keaktifan , belajar
Siswa, peta dan globe
|
|
PENDAHULUAN
|
|
Mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar
(SD) merupakan mata pelajaran yang
|
|
mempunyai kedudukan yang sangat
penting dalam upaya untuk
mencapai tujuan
|
|
pendidikan yang telah ditetapkan.
Pendidikan IPS mulai diperkenalkan
dalam sistem
|
|
pendidikan nasional
Indonesia sejak diterapkan kurikulum
1975. Dalam dokumen
|
|
tersebut IPS merupakan salah satu
mata pelajaran yang
diberikan pada jenjang
|
|
pendidikan dasar
dan menengah. Mata pelajaran IPS merupakan salah
satu mata
|
|
pelajaran integrasi dari
mata
|
|
pelajaran sejarah, geografi, dan
ekonomi serta mata
|
|
pelajaran sosial lainnya.
|
|
Pengelolaan kegiatan
belajar yang tidak
membangkitkan keaktifan belajar
|
|
siswa, strategi atau media pembelajaran
yang keliru yang digunakan oleh guru,. Hal
|
|
demikian juga dialami oleh siswa-siswi
di SDN Rancasalak II, Kerjo. Berdasarkan
|
|
hasil pengamatan pada 31 Oktober
2012, peneliti melihat
bahwa kegiatan belajar
|
|
kurang aktif karena siswa terlihat malas
menjalani kegiatan pembelajaran. Ketika
|
|
guru menyampaikan materi,
siswa cenderung tidak
tertarik mengenai materi
yang
|
|
disampaikan karena hanya diam mendengarkan, ada yang ngobrol dengan
teman
|
|
sebangku, ada yang kurang peduli dan
lebih memperhatikan keadaan luar kelas. Saat
|
|
guru
mengajukan beberapa
|
|
pertanyaan mengenai
materi IPS
|
|
yang
|
|
sudah
|
|
disampaikan, hanya ada beberapa siswa
yang mau menjawab pertanyaan dan lebih
|
|
didominasi pada siswa tertentu. Berdasarkan hasil wawancara siswa pada 7
|
|
Nopember 2012 setelah proses
pembelajaran berlangsung, mereka merasa pelajaran
|
|
IPS membosankan, kurang menyenangkan
dan cara mengajar yang relatif sama yaitu
|
|
ceramah, sehingga keaktifan belajar
siswa cenderung rendah yaitu hanya mencapai
|
|
32,72%.
|
|
Kurangnya
|
|
keaktifan
|
|
belajar siswa
|
|
di
SDN 01 Tawangsari,
Kerjo,
|
|
Karanganyar, merupakan suatu hambatan
dalam proses pembelajaran. Kita sebagai
|
|
pendidik harus cepat tanggap terhadap
masalah seperti ini dan segera memperbaiki
|
|
keadaan agar
proses pembelajaran berjalan
kondusif sehingga
diharapkan prestasi
|
|
belajar pun juga meningkat.
|
|
Hal
ini sesuai dengan pendapat
Sudjana (2005 : 69) dalam pelaksanaan
|
|
kegiatan pembelajaran, peserta didik dibantu
oleh pendidik melibatkan
diri dalam
|
|
proses pembelajaran. Proses ini
mencakup kegiatan untuk menyiapkan fasilitas atau
|
|
alat
bantu pembelajaran, menerima
informasi tentang materi /
bahan belajar dan
|
|
prosedur pembelajaran, membahas
materi/ bahan belajar dan melakukan saling tukar
|
|
pengalaman dan pendapat dalam membahas
materi atau memecahkan masalah.
|
|
Untuk
meningkatkan keaktifan belajar
siswa, guru dituntut untuk mencari
|
|
pemecahannya. Guru dapat menggunakan
cara mengajar yang dapat meningkatkan
|
|
keaktifan belajar
siswa secara maksimal. Penggunaan
media Peta dan Globe
|
|
merupakan alternatif untuk memecahkan
masalah yang berkaitan dengan keaktifan
|
|
belajar siswa yang rendah.
|
|
Rumusan masalah
dalam penelitian ini yaitu:Apakah dengan penggunaan
|
|
media peta dan globe dapat
meningkatkan keaktifan belajar IPS pada siswa kelas VI
|
|
di Sdn rancasalak II tahun
Pelajaran 2012 / 2013?
|
|
Tujuan
umum penelitian ini adalah (1) Meningkatkan kinerja
guru dalam
|
|
meningkatkan kualitas pengajaran, (2)
Untuk merangsang siswa belajar lebih aktif.
|
|
Adapun
tujuan khususnya: Untuk meningkatkan keaktifan
belajar IPS dengan
|
|
menggunakan media peta dan globe pada
siswa kelas VI Sdn rancasalak II
|
|
tahun pelajaran 2012/ 2013.
|
|
METODE PENELITIAN
|
|
Setting Lokasi
|
|
Penelitian di
laksanakan di Sekolah
|
|
Dasar
Negeri 01 Tawangsari,
|
|
Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar.
|
|
Waktu Penelitian
|
|
Dalam
melaksanakan penelitian ini,
peneliti mengambil waktu selama
4
|
|
bulan. Tindakan kelas ini kami lakukan
mulai pada bulan Oktober 2012 karena
pada
|
|
saat
itu sesuai dengan tahapan
penyajian materi yaitu tepat dengan
jadwal mata
|
|
pelajaran IPS kelas enam adalah
tentang kenampakan alam Negara-negara tetangga
|
|
dan benua-benua.
|
|
Subjek Penelitian
|
|
Subyek penelitian yang di ambil adalah
siswa kelas VI (Enam) yang dikenai
|
|
tindakan dan guru sebagai pelaku
tindakan.
|

|
Prosedur Penelitian
|
|
Prosedur penelitian
yang
|
|
dilakukan dalam
|
|
penelitian ini
|
|
dapat
|
|
digambarkan dalam skema sebagai
berikut:
|
|
Permasalahan
|
|
Perencanaan
|
|
Refleksi
|
|
Siklus I
|
|
Pelaksanaan
|
|
Pengamatan
|
|
Permasalahan Baru
|
|
( Hasil Refleksi)
|
|
Perencanaan
|
|
Refleksi
|
|
Siklus II
|
|
Pelaksanaan
|
|
Pengamatan
|
|
Jika tujuan belum tercapai
|
|
Dilanjutkan ke Siklus
|
|
Berikutnya
|
|
Gambar Prosedur Penelitian
![]() |
|
Metode Pengumpulan data
|
|
Pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah :
|
|
1.
|
|
Dokumen
|
|
Menurut Suharsimi Arikunto (2002:
135), Metode dokumen merupakan metode
|
|
untuk
|
|
memperoleh atau
mengetahui sesuatu dengan
buku-buku, arsip yang
|
|
berhubungan dengan yang diteliti. Dokumen digunakan untuk
memperoleh data
|
|
sekolah dan nama siswa serta foto
rekaman proses tindakan penelitian. Dokumen
|
|
yang digunakan penelitian ini untuk
memperoleh data dan identitas siswa,
yaitu
|
|
peneliti mengumpulkan data-data
tertulis yang dimiliki siswa berupa daftar nilai
|
|
IPS siswa kelas VI,
daftar presensi, dan
data latar belakang siswa. Data
ini
|
|
difungsikan untuk
mengetahui seberapa besar tingkat
keaktifan siswa terhadap
|
|
pelajaran IPS sebelum pelaksanan
penelitian.
|
|
2.
|
|
Observasi
|
|
Menurut Rubino Rubiyanto (2011:85)
Observasi adalah cara mengumpulkan data
|
|
dengan
jalan mengamati langsung
terhadap objek yang diteliti. Teknik
ini
|
|
digunakan untuk
memperoleh data dengan pengamatan langsung, yaitu turut
|
|
mengawasi berlangsungnya proses belajar.
Tujuannya untuk mengetahui
situasi
|
|
kelas dan sikap dalam menerima materi
pelajaran.
|
|
3.
|
|
Wawancara
|
|
Menurut Rubino
Rubiyanto (2011 : 83 )
Wawancara adalah cara
pengumpulan
|
|
data
dengan jalan Tanya jawab
secara langsung berhadapan muka, peneliti
|
|
bertanya secara lisan respondent
menjawab secara lisan pula. Wawancara yang
|
|
digunakan bersifat luwes, tidak
berstruktur ketat, tidak dalam suasana formal dan
|
|
bisa
dilakukan berulang-ulang pada
informan yang sama. Alat
yang digunakan
|
|
berupa pertanyaan yang
diajukan pada siswa dan guru
mengenai pembelajaran
|
|
IPS dan kendala yang dihadapi.
|
|
4.
|
|
Teknik Tes
|
|
Menurut Sarwiji Suwandi ( 2009 : 59 )
pemberian tes dimaksud untuk mengukur
|
|
seberapa jauh hasil
yang diperoleh siswa
setelah kegiatan pemberian
tindakan.
|
|
Metode ini digunakan untuk
menilai sampai dimana kemampuan siswa setelah
|
|
materi diberikan.
|
|
Validitas Data
|
|
Validitas merupakan salah
satu syarat penting
dalam pelaksanan penelitian
|
|
termasuk dalam PTK ( Penelitian
Tindakan Kelas). Data yang baik adalah data yang
|
|
valid. Untuk mendapatkan data yang
baik, peneliti perlu menyusun instrument yang
|
|
baik, instrument yang baik adalah yang
bercirikan valid. Instrumen yang valid adalah
|
|
instrument yang mampu
mengukur apa yang seharusnya
diukur. Strategi yang
|
|
digunakan dalam menguji validitas data
adalah Triangulasi. Triangulasi meliputi 4
|
|
hal, yaitu :
|
|
1.
|
|
Triangulasi Metode
|
|
Mengumpulkan data dengan metode
pengumpulan yang berbeda tetapi mengarah
|
|
pada sumber data yang sama. Dengan menggunakan metode tes,
observasi, dan
|
|
wawancara diharapkan didapat hasil yang seakurat dan
sebanyak mungkin
|
|
mengenai anggota penelitian.
|
|
2.
|
|
Triangulasi antar- peneliti ( Jika
penelitian dilakukan antar kelompok )
|
|
Mengumpulkan data dengan cara
menggunakan lebih dari satu orang. Teknik ini
|
|
diakui memperkaya khasanah pengetahuan
mengenai informasi yang digali dari
|
|
subyek penelitian.
|
|
3.
|
|
Triangulasi sumber data
|
|
Mengumpulkan data
yang sejenis dari sumber yang berbeda. Dari
teknik ini
|
|
diharapkan dapat memberi informasi
yang tepat sesuai keadaan siswa.
|
|
4.
|
|
Triangulasi Teori
|
|
Berupa sebuah rumusan
informasi atau thesis statement. Informasi
tersebut
|
|
selanjutnya dibandingkan dengan
perspektif teori yang relevan.
|
|
(
rajawaligarudapancasila.blogspot.com/2011)
|
|
Validitas data dari
penelitian ini menggunakan
|
|
triangulasi sumber data, dan
|
|
triangulasi method.
|
|
Metode Analisis Data
|
|
Analisis data yang dilakukan dengan
menggunakan teknik analisis data
|
|
kualitatif. Data
kualitatif adalah data
|
|
yang
|
|
bersifat deskriptif,
keterangan,
|
|
informasi, kata-kata bukan bersifat
angka-angka.
|
|
Analisis data dilakukan
selama proses
pembelajaran, dengan langkah-
|
|
langkahnya adalah :
|
|
1.
|
|
Pengumpulan data
|
|
Pengumpulan data
|
|
diawali
|
|
transkrip data
hasil
|
|
pengamatan, kemudian
|
|
menganilis, memaknai,
menerangkan, dan menyimpulkan. Penelaah
|
|
data
|
|
tersebut dilakukan
secara menyeluruh sejak awal
data dikumpulkan sampai
|
|
seluruh data terkumpul.
|
|
2.
|
|
Mereduksi data
|
|
Reduksi
|
|
data
meliputi pengkategorian dan
pengklasifikasian data. Penyajian
|
|
data
berupa sekumpulan
informasi dalam bentuk
teks naratif yang disusun,
|
|
diatur, diringkas
dalam bentuk kategori-kategori sehingga mudah di
pahami
|
|
makna yang terkandung didalamnya.
|
|
3.
|
|
Penyajian data
|
|
Pada langkah ini peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga
|
|
menjadi informasi
yang dapat disimpulkan dan
memiliki makna tertentu.
|
|
Dengan cara menampilkan data dan
membuat hubungan antara variable peneliti
|
|
mengerti apa yang terjadi dan apa yang
perlu ditindak lanjuti untuk mencapai
|
|
tujuan penelitian.
|
|
4.
|
|
Penarikan Kesimpulan
|
|
Penarikan kesimpulan
dilaakukan secara bertahap dari
kesimpulan sementara
|
|
kemudian dilakukan penyimpulan dengan
cara diskusi dengan mitra kolaborasi.
|
|
Instrumen Penelitian
|
|
Pengamatan yang dilakukan secara
kolaboratif yang melibatkan guru kelas
|
|
V
(lima) dan peneliti
|
|
sebagai pengamat
di kelas ini menggunakan instrumen
|
|
penelitian sebagai berikut :
|
|
a.
|
|
Lembar Observasi dan Lembar Cek list
|
|
b.
|
|
Lembar evaluasi atau penilaian
(postes)
|
|
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
|
|
Tabel Keaktifan belajar Sebelum Tindakan Sampai Siklus II
|
|
pada siklus 1 putaran1 mencapai
53,63% pada siklus I putaran 2 mencapai 82,72%
|
|
pada siklus II putaran
1 mencapai 86,16% dan pada siklus
II putaran 2 mencapai
|
|
92,72%. Peningkatan
keaktifan belajar
|
|
diikuti
|
|
peningkatan hasil
|
|
belajar
|
|
.
|
|
Gambar Grafik Keaktifan Belajar Siswa Sebelum Tindakan
Sampai Siklus II
|
|
Tabel Hasil Nilai IPS Sebelum Tindakan
sampai Siklus II
|
|
Pada table diatas dapat
dijelaskan bahwa pada
|
|
sebelum tindakan rata-rata
|
|
prosentase hasil belajar
40,90%, masih dikatakan rendah
. Dari KKM yang sudah
|
|
ditetapkan yaitu 72, baru 9 siswa dari
22 siswa
|
|
yang mendapat nilai diatas KKM
|
|
(72).
Berarti masih ada 13 siswa yang masih berada di
bawah KKM. Hal ini
|
|
menunjukkan bahwa guru belum dapat
meningkatkan hasil belajar siswa
karena ada
|
|
beberapa faktor yang salah satunya
yaitu guru belum menggunakan media peta dan
|
|
globe pada pembelajaran IPS.
|
|
Ditindak lanjuti pada siklus 1dengan 2
putaran menggunakan media peta dan
|
|
globe
pada pembelajaran IPS
|
|
yang memberikan hasil lebih
baik pada siklus I
|
|
putaran 1 yaitu mencapai 59,09%
dibanding sebelum tindakan, kemudian pada siklus
|
|
I putaran 2 meningkat menjadi 77,27%
tetapi belum memenuhi indikator pencapaian
|
|
KKM.
|
|
Pada siklus 2 dengan
2 putaran untuk memperoleh
hasil yang maksimal
|
|
menggunakan media peta dan globe dengan rata-rata prosentase hasil belajar
|
|
lebih
|
|
baik jika dibandingkan dengan siklus 1
, pada siklus II putaran 1 sebesar
86,36%
|
|
kemudian pada siklus II putaran 2
sebesar 95,45% sehingga mengalami peningkatan
|
|
hasil belajar siswa dari
siklus ke siklus. Dari uraian
diatas sudah dijelaskan
|
|
peningkatan hasil belajar mulai dari sebelum tindakan,
siklus 1 putaran 1 dan 2, dan
|
|
siklus 2 putaran 1 dan 2. Berikut ini
adalah grafik yang akan memperjelas
uraian
|
|
diatas.
|
|
Gambar Grafik Perbandingan Hasil Nilai
IPS Sebelum Tindakan Siklus II
|
|
Sesuai realita diatas menunjukkan
bahwa menggunakan media peta dan globe
|
|
dapat meningkatkan keaktifan dan hasil
belajar IPS tentang memahami kenampakan
|
|
alam dan social Negara-negara
tetangga, dan pemahaman tentang benua-benua, pada
|
|
siswa kelas VI Sdn rancasalak II,
sehingga hipotesis yang menyatakan yaitu
|
|
³aengan penggunaaan media peta dan
globe dapat meningkatkan keaktifan belajar
|
|
siswa kelas Vl
SD Negeri 01
Tawangsari Tahun Pelajaran
2012/2013´ dapat
|
|
diterima, karena setelah siklus
2 penggunaan media peta
dan
|
|
globe
dapat
|
|
meningkatkan keaktifan dan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
|
|
Pembahasan hasil penelitian
|
|
Berdasarkan hasil pelaksanaan pada Siklus
I Putaran I, siklus
I Putaran II,
|
|
siklus II Putaran I, dan siklus II
Putaran II dapat dinyatakan bahwa pembelajaran IPS
|
|
menggunakan media peta dan globe
dapat meningkatkan keaktifan
dan prestasi
|
|
belajar siswa kelas VI Sdn rancasalak
II.
|
|
Pembahasan hasil
|
|
penelitian ini
|
|
didasarkan
|
|
pada
|
|
hasil
|
|
pengamatan
|
|
dilanjutkan dengan
refleksi pengamatan pada
setiap siklus tindakan.
Dari refleksi
|
|
pengamatan siklus
I Putaran I pembelajaran menggunakan
media peta dan globe
|
|
belum dilaksanakan dengan baik, karena
guru belum sepenuhnya dapat memotivasi
|
|
siswa untuk aktif dalam proses
pembelajaran. Keaktifan siswa pada siklus I Putaran I
|
|
masih
tergolong rendah namun hasil
ini sudah cukup baik dan
mengalami
|
|
peningkatan dibandingkan dengan
sebelum tindakan PTK. Perkembangan hasil
|
|
belajar siswa sebagai berikut ; (1)
Siswa memperhatikan pelajaran dengan sungguh-
|
|
sunguh, (2) Kemauan untuk menerima
pelajaran dari guru meningkat, (3) Perhatian
|
|
dan
motivasi siswa terhadap pelajaran
dan pengajar meningkat,
(4) Siswa sudah
|
|
mampu
aktif mengikuti pelajaran,
(5) Siswa sudah berani untuk
bertanya dan
|
|
mengajukan pendapat,
(6) Kerjasama kelompok sudah terjalin baik,
(7) Tugas
|
|
individu dan kelompok terlaksana
dengan baik, (8) Siswa mau untuk mencatat dan
|
|
merangkum bahan
pelajaran tanpa disuruh, (9)
Pembentukan kelompok diskusi
|
|
sudah terarah dan berjalan sesuai
alokasi waktu.
|
|
Rekapitulasi nilai dan penjelasan yang
telah disampaikan di atas dapat ditarik
|
|
kesimpulan bahwa dengan menggunakan
media peta dan globe dalam pembelajaran
|
|
IPS dapat membuat
siswa menjadi antusias, lebih
aktif, tidak malu
atau enggan
|
|
bertanya, lebih
tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan, memiliki rasa ingin
|
|
tahu yang tinggi, sehingga siswa yang
memiliki keaktifan rendah dapat meningkat
|
|
karena siswa merasa senang dengan
pembelajaran yang dilakukan peneliti. Hal ini
|
|
secara tidak langsung juga membawa
dampak positif lain yaitu nilai
belajar siswa
|
|
yang semula termasuk dalam
kategori rendah dapat
meningkat menjadi kategori
|
|
tinggi. Dengan
motivasi yang tinggi dalam mengikuti
pelajaran maka penguasaan
|
|
materi
kenampakan alam dan sosial
Negara-negara tetangga, serta materi
benua-
|
|
benua dapat diserap dengan baik oleh
siswa.
|
|
Kesimpulan
|
|
Pembelajaran dengan
menggunakan media peta dan
globe pada mata
|
|
pelajaran IPS kelas VI Sdn rancasalak
II tahun pelajaran 2012/2013 dapat
|
|
meningkatkan keaktifan dan hasil
belajar IPS. Keaktifan siswa sebelum PTK sebesar
|
|
32,73%, kemudian
keaktifan siswa pada siklus
I Putaran I meningkat sebesar
|
|
53,63%, dilanjutkan pada siklus I
Putaran II keaktifan meningkat sebesar 82,72%,
|
|
kemudian keaktifan siswa siklus II Putaran I sebesar 86,16%, dan keaktifan
siswa
|
|
siklus
II
|
|
Putaran II
|
|
sebesar 92.72%.
Peningkatan keaktifan siswa
|
|
dapat
|
|
meningkatkan pula
hasil belajar IPS siswa,
nilai hasil belajar
IPS siswa sebelum
|
|
PTK
mencapai ketuntasan sebesar
40,90% , nilai hasil belajar IPS siswa setelah
|
|
siklus 1 Putaran I mencapai ketuntasan
sebesar 59,09%, nilai hasil belajar IPS siswa
|
|
setelah siklus I Putaran II meningkat
sebesar 77,27% , kemuadian nilai hasil belajar
|
|
IPS siswa setelah siklus II Putaran I
sebesar 86,36%, sedangkan nilai hasil
belajar
|
|
IPS setelah siklus II Putaran II
meningkat sebesar 95,45%, berarti sudah lebih dari
|
|
85
% siswa yang memperoleh
nilai diatas KKM
(72) sehingga sudah memenuhi
|
|
indikator pencapaian. Dari peningkatan
keaktifan dan hasil belajar tersebut setelah
|
|
pengunaan media peta dan globe maka
dinyatakan hipotesis diterima.
|
|
DAFTAR PUSTAKA
|
|
Rubino Rubiyanto. 2011. Metodologi
Penelitian pendidikan.Surakarta: UMS Press.
|
|
Sarwiji Suwandi.2009. Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) dan Penulisan
Karya
|
|
Ilmiah.
Surakarta : Panitia Skripsi Guru Rayon 13 FKIP UNS Surakarta.
|
|
Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
|
|
PT Rhineka Cipta.
|
|
Sudjana.2005. Metode dan
Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung.
Falah
|
|
Production.
|
|
(htt//rajawaligarudapancasila.blogspot.com/2011/
|
|
triangulasi
|
|
dalam
|
|
penelitian
|
|
kualitatif,
diakses 2 Februari 2013.
|
Subscribe to:
Posts (Atom)



















